Home » » Hidup tidak selalu tentang cinta

Hidup tidak selalu tentang cinta

Written By Unknown on Thursday, December 8, 2016 | 4:44 AM

Hidup tidak selalu tentang cinta. Ya, hidup tidak selalu membahas tentang cinta.


Hatiku sangat sedih saat aku menuliskan tulisan ini
Anganku terbang jauh melayang membayangkan
Seorang teman yang benar-benar luar biasa
Teman yang selalu ada, Sakit sehat, kuat lemah, sedih senang
Dia selalu ada disampingku

Temanku inilah yang mengajarkanku banyak hal
Aku hidup penuh dengan rasa pesimistis
Sebelum akhirnya dia hadir mengubah semua persepsi negatifku
Dan aku menjadi lebih baik karena kehadirannya

Aku benar-benar sedih menuliskan kisah ini
Sambil aku membayangkan dimana sahabat sejatiku saat ini?
Masihkah ia mengingatku?

Tidak jarang aku membuatnya kesal
Demikian juga dia begitu kepadamu
Pernah sekali aku benar-benar marah kepadanya karena suatu hal
Yang akhirnya membuat hubungan kami renggang

Ha ha ha, yang namanya teman sejati
Akhirnya kembali lagi seperti semula
Lalu mengulang lagi kekonyolan-kekonyolan
Yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya

Ada saat serius aku dengan dia
Ada saat becanda dan ada juga saat-saat menegangkan
Telah aku lalui dengan dia

Begitu banyak kenangan aku dengan dia
Dan sampai detik ini aku masih ingin bertemu dengannya
Bukan aku tak menghubunginya
Banyak cara telah aku lakukan untuk menghubunginya
Tapi tidak pernah ada jawaban darinya

Jika aku ceritakan, sangat banyak sekali jasa-jasanya dalam perjalanan hidupku
Diantaranya yang masih terekam erat didalam memoriku adalah

Hanya dia satu-satunya teman yang selalu membantuku
Menolongku, memberiku motivasi, mensupport aku saat aku sedang menulis skripsi
Hingga akhirnya aku wisuda

Saat aku seminar penelitian, dia membantuku dari awal sampai akhir, demikian juga saat aku sidang, dia membantuku mempersiapkan segalanya yang dibutuhkan saat aku sidang.

Saat aku yudisium, dia juga yang hadir sebagai pendamping yang berdiri gagah disampingku saat aku menerima penghargaan dari dekan sebagai mahasiswa berpredikat lulus dengan pujian.

Saat aku wisuda, dia juga hadir sebagai seorang teman yang sangat bangga kepadaku karena dia memiliki teman yang sudah bertitel S.Tp meskipun dia belum. Aku pun tak kalah bangga dengan dia yang benar-benar tulus membantuku dengan segenap kemampuannya.

Saat aku sedang pusing, galau, dia selalu hadir menemaniku, menghiburku, dan membuat semua keadaan menjadi lebih baik. Hari-hariku tak pernah sepi saat dia bersamaku.

Pernah sekali waktu bulan puasa. Kami tidak puasa, dan paginya kami masak mie instan dan tertawa riang karena mie nya tidak enak. Lalu dia berkata "itulah kalau orang tidak puasa ya hasilnya gak akan enak" sambil tertawa kami tetap melanjutkan memakan mie yang tidak enak tersebut.

Dalam hal percintaan, harus ku akui, dia adalah jagonya. Saat aku menjadi jomblo sejati, dia adalah sebaliknya. Temanku ini bisa dibilang Playboy. Tapi dia tidak pernah menyakiti hati ceweknya.

Pernah terjadi kesalah pahaman antara dia dan ceweknya. Lalu dia mengajakku untuk bertemu dan menjelaskan kepada kekasihnya itu bahwa ini semua hanya salah paham. Dan aku pun dipaksanya untuk berbohong ha ha ha agar sang kekasih tidak ngambek lagi padanya. Dan benar saja, gadis lung Bata jurusan bergengsi di Unsyiah itupun akhirnya luluh juga. Dan mereka kembali rujuk sementara aku hanya jadi pengawal mereka yang terkadang aku merasa iri dengan kemesraan mereka berdua. Lalu bagaimana dengan kisah cintaku. Ah tak usah ditanyalah. Seumur hidup aku belum pernah memiliki kekasih seorangpun. Nyesek banget :'(

Kembali lagi ke cerita semula. Inilah awalnya aku kehilangan dia yang sampai sekarang aku tak tahu dimana dia berada

Sebulan setelah aku wisuda, aku ditawarkan untuk bekerja di lesing MTF di Batoh. Dan petaka yang aku sesali hingga kini dimulai dari sini.

Selama aku kerja hampir tak ada waktu lagi aku bertemu dengan dia. Dia selalu menghubungiku, tapi aku selalu bilang kalau aku tidak sempat, aku kerja dari pagi sampai sore, tak jarang pulang pulang. Jadi aku pernah berkata padanya untuk saat ini kamu jangan jumpai aku dulu karena tidak ada waktu, aku pulang kerja capek langsung tidur dan begitu setiap harinya. Bahkan hari minggupun aku tak bisa kemana-mana karena hanya hari minggulah aku bisa istirahat sepenuhnya.

Namun dia tidak pernah putus asa untuk bisa bertemu denganku, dia pernah menungguku pulang kerja dikostan sambil memainkan gitar. Saat aku pulang kerja dan tiba di kost, aku melihat dia diteras rumah sambil memainkan gitar, seketika aku sedih dan menangis dalam hati melihat betapa baiknya kawanku ini yang seakan tidak rela untuk jauh sedetikpun denganku.

Tidak hanya sampai disitu, beberapa bulan kemudian setelah hari itu, aku pun masih sama tidak ada waktu untuk bertemu dengannya. Dia menungguku pagi hari di kantor tempatku bekerja bahkan sebelum aku datang. Saat aku tiba di kantor aku sangat terkejut melihat dia sendirian disana termenung tidak ada seorangpun karena memang masih sangat pagi.

Dia beralasan sepulang lari-lari dari blang padang dia singgah ditempat kerjaku. Jelas aku tak percaya itu, karena ku tahu betul siapa dia. Dia si pemain malam hari itu jelas tidak pulang dari blang padang, melainkan dari tempat ngopi favorit kami dulu di taufik kopi yang semalaman belum pulang. Lagi-lagi aku menangis dalam hati, Melihat matanya yang sayu dengan rasa ngantuk yang amat sangat ia masih menyempatkan waktu untuk bertemu denganku. Aku benar-benar bersyukur dipertemukan dengan makhluk langka seperti dia ini. Terima kasih Tuhan telah Engkau pertemukan aku dengan dia.

Dan setelah hari itu, aku tak pernah lagi melihat dia, menerima notifikasi sosmed apapun dari dia. Aku kehilangan dia. benar-benar kehilangan dia. Aku bertanya-tanya dalam hati, tumben dia menghilang akhir-akhir ini. Barulah aku mencoba untuk menghubunginya, yang sakitnya semua akun sosmed hingga nomor hpnya yang 5 buah itu tidak aktif satupun.

Aku menangis dan aku akhirnya aku sadari betapa aku telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal. Aku pun berfikir kemana dia, apa yang telah aku lakukan sampai dia benar-benar menjauh dariku seperti ini. Apakh dia tidak ingin menggangguku lagi yang super sibuk ini? Atau karena ada hal lain?

Tiap hari dari hari itu sampai sekarang aku selalu memantau fbnya. Ku sempatkan ke kampus untuk menanyakan keberadaannya. Aku terkejut karena dia mengambil nonaktif. Aku sedih, ada apa ini? Apa yang terjadi padanya?

Suatu hari akun fbnya aktif, aku tahu hal itu dari status yang dibuatnya dan sebuah foto dirinya ditempat wisata favorit Waterbomm samahani. Lalu, aku dengan tingkah konyolku sama dia aku memberikan komentar pada foto yang diunggahnya tersebut "masih hidup kamu? lengkap dengan emoticon tertawa. Tapi dia tidak membalasnya, aku chat tidak dibacanya. Aku berfikir ah mungkin saja dia sudah tidak aktif lagi, lalu aku tunggu besok, Masih tidak ada notifikasi yang mengatakan jika pesanku atau komentarku telah dibalasnya. Lalu aku cek fotonya tersebut. Apa yang ku dapatkan? aku sanga tsedih, karena komentar yang ku berikan telah dihapusnya?

Sejak saat itu, aku benar-benar menyesal apa yang telah ku lakukan terhadapnya selamanya ini. Air mataku kali ini benar-benar menetes membasahi pipiku. Aku tak bisa menahan rasa sedihku yang ku ciptakan sendiri. Aku kehilangan sahabat terbaikku hanya karena pekerjaan sebagai seorang babu di MTF.

Dalam sedih dan menangis aku berucap dalam hati. Semoga kita dipertemukan dimasa depan dengan cerita-cerita yang membanggakan. Kawan, aku ingin pada saat kita bertemu nanti kau menjadi seorang yang hebat dalam segala hal.

Saat ini aku hanya bisa berkata, Hanya kaulah satu-satunya sahabatku di dunia ini. Sukses kawanku dengan jalan yang telah kau pilih. Dengan segenap penyesalan mendalam aku minta maaf jika selama ini aku pernah membuatmu marah, sakit hati dan kecewa. Semoga kita dipertemukan Tuhan kembali sebagai seorang sahabat sejati yang sudah menjadi orang HEBAT :)
Share :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.